Mencintai dengan Doa

Kita pasti memiliki cinta, entah yang sekarang mungkin berada disamping kita atau mungkin yang sekarang sedang jauh disana, bahkan beberapa bernasib sama sepertiku yang cintanya tak dapat bersama. Ada beberapa diantara kalian, yang pernah mencintai lalu kehilangan dan kini bersama orang lain tapi cinta itu tidak pernah hilang. Cinta itu tetap ada, tersimpan jauh di dalam hati, terkubur diam, karena kamu yakin jika kamu mengatakannya pun tidak akan merubah apa-apa. Cintamu tidak akan pernah kembali.

Begitulah dengan aku, aku menyimpan cinta untuk seseorang, ku simpan jauh di dalam hati ku dan ku biarkan terkubur dalam diam. Ada yg bilang cara terbaik mencintai orang yang tidak dapat kamu miliki adalah mencintainya dalam diam, dan itu mungkin benar, dan memang benar, dan memang satu-satunya hal yang dapat aku lakukan. Karena aku sadar, apapun yang aku lakukan tidak akan mengembalikan dia ke sisiku.

Hari-hariku memang terus berlalu, aku menjalaninya dan menikmatinya. Detik demi detiknya aku bersyukur karena Tuhan memberiku nafas dan kesempatan untuk berbuat baik pada orang lain. Kesempatan untuk mencintai lagi, atau dapatkah ku sebut kesempatan untuk dicintai lagi, dan menjalin hubungan lagi?

Tapi kalian bisa bilang aku egois, dan jahat jika ku katakan, setiap paginya aku bangun dan berharap bahwa dia yang sekarang bersamaku adalah dia yg aku cintai. Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi. Setiap hari aku hanya menjalani hari-hariku, seseorang pernah bilang kekosongan dalam hidup terjadi saat kamu menjalaninya, dan hanya menjalaninya. Menjalani takdir.

Tapi mencintai dalam diam tidaklah seburuk itu, setidaknya jika kita percaya adanya Tuhan maka kita percaya bahwa Tuhan telah menakdirkan kita bahagia dengan jalannya masing-masing. Kita hanya harus berdoa.

Mendoakan adalah cara terbaik menyampaikan kerinduan pada seseorang. Benar, mencintai tidak selamanya bersama meskipun Tuhan yang sematkan rasa cinta, tapi Tuhan ingin kita membagi kasih sayang kita dengan cara yang berbeda, dengan cara yang Tuhan suka, yakni mendoakan. Karena kita selalu dapat memeluk orang yang kita cintai dengan doa.

Masa Lalu, Biarlah Berlalu

     Masa lalu, adalah hal yang dimiliki oleh semua orang. Semua orang punya masa lalu dan kenangan yang ada di dalamnya. Entah kenangan yang indah atau juga kenangan yang menyakitkan. Tak jarang kita terjebak nostalgia, mengingat masa lalu dan bersedih karenanya.

     Padahal masa lalu adalah hal yang tak seharusnya terus diingat. Masa lalu telah berlalu dan bahkan bila seluruh manusia dan jin disatukan untuk memutar balikan waktu hal itu tidaklah mungkin. Masa lalu haruslah disimpan jauh di dalam kotak pengabaian, di dalam ruang tak tertembus cahaya dan tak kan pernah terbuka lagi.

     Hal yang bodoh untuk dilakukan adalah terus tergulung ombak masa lalu, terus bernostalgia dengan nestapa karena mengingat masa lalu dan terus menyesalinya. Bukankah kita tidak seharusnya membongkar bongkar kuburan dan mengeluarkan mayat dari sana. Tidak seharusnya mengembalikan bayi yang telah lahir kembali ke rahim ibunya.

     Kita berada di masa kini, masa dimana kita menjalani hidup untuk menciptakan masa depan kita. Apapun yang kita lakukan hari ini tidak dapat merubah masa lalu, yang kita bisa lakukan hanyalah memperbaiki diri kita agar masa depan kita lebih baik.

     Janganlah lagi menoleh kebelakang, lupakan semuanya, hiduplah bahagia hari ini. Jika Cinderella kembali untuk mengambil lagi sepatunya, maka tak kan pernah ada cerita indah Cinderella. Begitu juga kita, jangan lagi menyakiti diri sendiri dengan terus menenggelamkan diri dalam nostalgia masa lalu.

Puisi Merindu (Ku Nanti Kau Kembali)

Merindu ( Ku nanti kau kembali )

Siang-siang tadi ku dengar kata rindu serupa hujan
membasuh kering gurun pasir asmara
dimana dulu ada malam-malam tempatku bercinta
bercinta dalam siraman peluh-peluh kerinduan
berpacu dalam nafas cinta
menyatu dengan desir angin yang seolah berbisik
aku mencintaimu... aku mencintaimu... aku mencintaimu

Wahai pujangga
sematkanlah air mataku bagai tinta
meliuk membentuk goresan hidup dalam sebuah cerita
di gurun pasir ini
cerita sendu diantara kelabunya kertas-kertas tak berarti
berserakan dalam mimpi-mimpi

Katakanlah pada dunia
bila hadirnya yang ku harap hujan
ternyata angin membawa sejuk sekejap mata
sedang ia pergi membawa pasir-pasirku
membuka luka-luka yang ku kubur di gurun ini

Aku haus... aku haus... aku haus...
bawakan aku hujanku kembali
bawakan aku dia yang ku nanti

sedang ku rindu hujan di gurun pasir
selamanya kan tetap kering...

Puisi Patah Hati

Ketika kata tak sanggup mengungkapkan rasa
ketika diam menjadi percuma
ketika tangis pun tak mampu tunjukan luka

biar detik demi detik mengungkapkan dengan sombongnya
ada berat tersimpan dalam aku
ada bait yang terdesak dalam diam ku
ungkapan yg kalah oleh kelu lidah ku

Sedang angkuhmu bicara
lelah yang kau simpan seolah pedang
mengakhiriku dalam diam
akhir pisah yang kau minta

kini sakitku tiada akhir
tertempa kuatku dengan ribuan kenangan tanpa akhir
meninggalkanku bersama peraduan tanpa tenang
sedang engkau disana tertawa
aku yang menangis disini


kenyataan dan hati beradu dalam pertempuran
menghasilkan tangis di tengah malam
aku menggigil merasakan luka
sedang malam ini serasa begitu lama

air mata mengalir seakan teman sejati
Menyambut cerita yang kian berputar bagai memory tanpa akhir
bagai ombak tanpa pantai

ada resah
gelisah bersambut takut
ketika sampan yang terkayuh sekian lama
karam oleh badai dusta dan sisakan luka
sedang ku kayuh sampan di tengah hening danau air mata
dengan sisa nyawa dalam raga
sisa rasa sebelum kini terdiam mati

Entah (do not read)

Entahlah...
Perasaan ini toh nyatanya begitu hampa setelah semalaman ku dibuat menangis olehnya. Entah cinta entah benci, semuanya menjadi satu. Teramat perih untuk ku ceritakan kembali, tiga hari yang begitu indah menebus satu tahun tanpa berjumpa dan kemudian sehari berlalu dan semua begitu menyakitkan menebus yang lebih dari itu. Perpisahan...

Ending seperti apa yang harus mendefinisikan cerita kita, aku pun tak tahu. Ketika air mata bahagia beradu dengan sakit di dada. Apa ini bahagia? ataukah ini duka yang mendalam? Toh nyatanya semua cerita telah berlalu sebagai penebusan dosaku dimasa lalu.

Waktu tak pernah mengizinkanku berbalik mundur, mengulang atau bahkan sekali saja berhenti ketika aku dipelukanmu, apalagi memperbaiki yang telah berlalu. Itu mustahil!

Tapi ingatlah, setidaknya tiga hari berlalu bersama itu adalah segalanya bagiku. Walau kini yang tiga hari itu beradu dengan tangis semalamku. Sehari berlalu, dan perpisahan itu.

Entah suka entah tidak, rasa sakit berulang karenaku itu yang ingin ku hentikan. Berapa lipatkah sakit yang kurasa saat kamu mengadu sakit padaku. Iya, aku berdosa. Iya, aku bersalah, Iya, aku dan iya aku lainnya selalu mengitari lukaku seperti pisau menyayati hatiku.

Lalu entah kemana tiga hari berlalu itu, entah kemana semua kata sayang dan cinta itu, entah hilang kemana kamu yang itu. Sehari berlalu...

Entah akhir seperti apa yang menjelaskan cerita kita, bahagia ataukah duka entah yang mana...

Kostan Kita

Dear Bloggiiee...

Hidup jadi anak kost itu nggak gampang, tapi nggak susah-susah amat gitu. Hidup sebagai anak kost sebenarnya menyenangkan. Bebas bertanggung jawab, mandiri dan happy. Sayangnya ada banyak hal yang bisa merusak kebahagiaan anak kost.

Salah satu dari yang bisa merusak kebahagiaan anak kostan adalah hadirnya anak kost lain yang nggak sejalan, itu sangat nggak banget deh. Suer...

Numpang curhat dikit, ini yang lagi aku alami. Jadi beberapa waktu yang lalu munculah sesosok monster ber titel keponakan ibu kost datang buat kost disini bersama seorang bala kurawanya. Karena kostan full, salah satu penghuni sini diusir dan digantikan sama bala kurawa si monster tadi.

Parahnya si monster tadi sama sekali nggak sejalan sama aku, dan itu nggak enak. Kalo udah first impresionnya nggak enak, yakin deh segalanya bakalan nggak enak juga. Aku alami itu sampai hari ini loh. Jadi daripada musuhan sama anak kecil baru lulus SMA yang suka teriak-teriak cari perhatian itu akhirnya akhir bulan ini aku memutuskan untuk pindah saja. Kalah? Bukan, aku hanya mengalah dan tidak mau merusak suasana kostan yang aku cintai ini aja kok. Gimanapun, aku cinta sama kostan ini, walaupun akhirnya harus pindah. But, its Okay. Experience is the best teacher.

Tapi segala pengalaman di kostan ini nggak akan terlupakan kok, dari awal aku masuk sampai nanti aku pindah semuanya sempurna. Kakak-kakak kostan yang saling membantu, anak-anak kostan yang udah kaya keluarga sendiri, biasa dibangunin shalat subuh, bersih-bersih bareng, nonton tv bareng dan lain-lain. Feels like home.

Thanks for everything kostan kita, sampai jumpa lain waktu.

Diary : I Feel So Lucky

Dear Bloggiee...

Perjalanan menginjak satu tahun bersama, nggak mudah, penuh dengan lika-liku kerikil dan batu. Bersamamu, menjadi dewasa, merubah banyak hal dalam hidupku. Bahkan aku tidak lagi melihat dengan cara pandang yang sama. Extreamely, tujuan hidupku pun berubah

Karenamu, aku merasa ketenangan yang hilang itu kembali. Memberiku sosok untuk bicara, memberiku sosok untuk membimbingku. Hampir satu tahun, dan semua ini begitu indah. Thank you for coming to my life. Thanks for everything you did. I feel so lucky fallin in love with you.

Jika Tuhan mengizinkan maka kita akan bersama, menciptakan keluarga yang lebih baik seperti yang kamu janjikan. Menciptakan anak-anak dan suasana yang baik untuk mereka seperti yang kamu janjikan. Membahagiakan aku dan ibuku seperti yang kamu inginkan.

I feel so lucky coz Im fallin in love with you...

Harus ku akui, aku mengagumi sosokmu, dewasa hangat dan begitu mempesona. Aku akui, aku jatuh cinta setiap saat kita bicara. Aku akui, aku tenang bila ada kamu.

Sempurna itu aku karena ada kamu, aku merasa kosong itu terisi olehmu... Aku merasa aku wanita terbahagia di dunia, terimakasih untuk itu. I feel so lucky im fallin in love with you...

Dedicated to : A.K

Diary : Menuju Target

Dear Bloggiiee....

Its bloggie time. Yupss setelah sekian lama menghilang dari dunia perbloggingan. Akhirnya aku datang kembali. Ha ha ha *evil laugh*

Kali ini Senja datang membawa kabar kabari gembira...

Senja yang cantik jelita dan pasangan kemarin terlibat pembicaraan serius mengenai kelanjutan hubungan kami yang sempat tertunda tunda.

Pembicaraan yang cukup sulit karena terbentur segala aktivitas kami yang hampir-hampir susah sekali mencari celah untuk memikirkan yang lain.

Memang kesibukan Pasangan Senja ini luar biasa. Banyak hal yang harus dipikirkannya sehingga ruang otaknya penuh, dan secara sengaja tapi tidak sengaja menepikan aku dan hubungan kita. Senja cukup mengerti dengan ini, karena pengertian adalah pilar kokoh yg menopang hubungan kita selama ini. Tapi menginjak momen lebaran dimana semua keluarga berkumpul tentunya masalah hubungan ini terpaksa harus diangkat lagi.

Ragu-ragu, kemarin Senja coba memastikan. Alhamdulilah hasilnya kita capai pada satu pembicaraan yg cukup menenangkan.

Target telah ditentukan, semoga semuanya berjalan dengan baik. Semoga tidak ada masalah serius, cukup kerikil-kerikil kecil yg menyandung jangan ada batu besar yg menghalangi. Semoga diberi kelancaran dan kemudahan menjadikan hubungan kita ini halal dan baik.

Oke, segitu dulu curhatannya kali ini. See ya

Diary : Keterbukaan dan Kepercayaan

Dear Bloggiie...

        Sambil dengerin musik, Senja memutuskan untuk menulis diary lagi karena ada satu hal yang sedari kemaren jadi masalah di hidup Senja ini *pasang muka dramatis*. Jadi begini ceritanya sedari kemaren Senja berantem mulu ama kekasih hati, karena dua hal yaitu keterbukaan dan kepercayaan. Menurut Senja, kedua hal itu saling terkait. Dengan keterbukaan kita menciptakan kepercayaan pada pasangan kita. Tapi argumen Senja ini nggak mulus-mulus banget karena ternyata cowok Senja sendiri nggak terbuka-terbuka banget sama Senja, yang akhirnya menimbulkan krisis kepercayaan di hati Senja yang cantik jelita ini.

       Saking krisis kepercayaannya nih ya, Senja jadi nggak percayaan dia lagi ngapain dan sama siapa. Ya pokoknya hal-hal yang beruntut dari krisis kepercayaan itu mulai ada. Cowok Senja, dengan santai dan tanpa dosa, bego-bego aja gitu alias cuek-cuek aja. Senja jadi gregetan, dan memilih untuk diam dan memendam sendiri kemudian nangis di pojokan.

Ngeselin emang,
tapi ya well, kita harus belajar menerima pasangan kita apa adanya kan? Untuk itu Senja juga mau berusaha untuk menerima dia dengan segala ketidak terbukaan dia sama Senja. Toh, nantinya juga akan terbuka sendiri, ya toh? Ya pokoknya begitu lah.

Argumen Senja mengenai keterbukaan dan kepercayaan pun akhirnya harus terkikis juga. Kepercayaan nggak selalu muncul karena keterbukaan, kepercayaan itu independent. Kalo kita percaya ya percaya aja, nggak peduli pasangan kita itu terbuka atau nggak.

Kalo kita berandai-andai nih ya, kalo kalian cinta ya cinta aja gitu nggak peduli pasangan kalian buka baju atau nggak kan yah? Ya kira-kira begitulah. #Lupakan!

Label Kategori Blog

Hadehh,,, Bingung mau nulis apaan deh disini. Secara yang punya blog lagi rada-rada speleng stress gak jelas. Setelah tadi mengganti template blogspot dengan tampilan baru dan berharap lebih fast loading, bin akur sama si mbah google. Iseng aja bikin Label di blog ini.

Kenapa gue bikin label utawa kategori di Blog ini sebagai postingan? Karena dari template blog ini, untuk list label atau kategori dibuat manual dari settingan css template, dan untuk widget label GAK ditampilkan. Jadi iseng aja bikin label blog biar nantinya gak berantakan.

Bakat dan Minat (Diary)

Dear Bloggie...
Hari ini gue sebel banget! Iya, sebel. Ga tau kenapa. Ya gue sebel aja, eh engga ding ada kenapa - kenapanya ding. Jadi gini, in the end of this day i feel like im a looser. You know why? Ya karena itu, sesuai judul. Minat dan bakat. Gue gak tau minat dan bakat gue. Gue ulangi GUE GAK TAU MINAT DAN BAKAT GUE! Puasssss lo pada... Manusia kaya apa yang gak tau minat dan bakatnya sendiri... !

Oke, tenang...tenang... kalem...kalem...

Cerita ini bermulai dari kemauan gue untuk lebih produktif, dan akhirnya gue bingung sendiri karena gue gak tau musti produktif di bidang apa. Karena hey what the hell gue gak ada bidang yang menurut gue dan pemikiran gue itu menanrik. Job? Kerja? Emm,, gue berhenti beberapa saat yang lalu karena alasan yang gak bisa gue jelasin disini. But well, menurut gue itu keputusan tepat. Oke, how about akademik gue? Worst ! Gue sama sekali gak berbakat di bidang akademik. Terus gue musti ngapain gitu? -______- Gue sendiri gak tau...

Bakat dan Minat

Oke kita mulai dari interogasi diri gue sendiri...

Sebenernya apa yang gue suka?
Banyak sebenernya...
- Gue suka traveling
- Gue suka nulis
- Gue suka nyanyi
- Gue suka baca
- Gue suka masak
- Gue suka fashion
- Gue suka fotography
- Gue suka makan
- Gue suka jurnalistik
- Gue suka berenang

Oke, gue rasa segitu dulu... Kebanyakan gue jadi pusing sendiri. Dari sekian banyak yang gue jelasin tadi, gue memilah dan memilih mana yang bisa gue kembangin dan gue anggap sekedar kegiatan. Traveling, yap bisa. Nulis, yap bisa juga. Nyanyi, emm... suara gue jelek jadi lupain. Baca, yap bisa. Masak, emm gue rasa ini kewajiban sebagai cewek okesip di skip. Fashion, sejak gue gila fashion gue pengen explore more and more sampe akhirnya gue demen banget make short skirt and hot pant dan cowok gue marah-marah karenannya jadi well, skip!. Fotography, bisa jadi. Makan, ga usah gue bahas lagi. Jurnalistik, yap bisa. Berenang, emm... gue ga bisa berenang dan diukur dari umur gue buat jadi perenang itu mustahil jadi skip.

Nah, udah dapet apa yang musti gue explore. Traveling, nulis, baca, fotography, jurnalistik.
Dan semua itu bisa di rangkum menjadi satu.
Jurnalistik !
Dan akhirnya gue menemukan apa bakat dan minat gue ! Wiyaaahoooo....
By: Ning Senja.